Selasa, 26 Agustus 2014

Apakah Sudah Menurut?
Oleh: Erwin Donal Purba

Hosea 4:14 : “Aku tidak akan menghukum anak-anak perempuanmu sekalipun mereka berzinah, atau menantu-menantumu perempuan, sekalipun mereka bersundal; sebab mereka sendiri mengasingkan diri bersama-sama dengan perempuan-perempuan sundal dan mempersembahkan korban bersama-sama dengan sundal-sundal bakti, dan umat yang tidak berpengertian akan runtuh.”
Kehidupan sekarang ini adalah hidup yang Menentang iman dan menjadi bangya yang tidak setia. Kita lihat di dalam Hosea 4 adalaqh menceritakan tentang perlawanan orang Israel yang menentang iman mereka dan bangsa yang melawan Tuhan. Kita cob abaca di dalam ayat 16: sebab Israel degil seperti lembu yang degil. Kata degil itu menurut kamus bahasa Indonesia adalah yang tidak mau lagi mendegar perintah. Dengan Arti ini bahwa mereka yang pada Zaman itu tidak lagi mau mendegar firman atau perintah dari Allah.
Lanjut lagi di dalam ayat 16 : “Masakan sekarang Tuhan menggembalakan mereka seperti domba di tanah lapang?” dengan jelas dikatakan bahwa hidup mereka tidak akan di gembalakan lagi. Kita kembali kepada ayat perenungan kita di dalam Hosea 4:14 di situ dikatakan: “Aku (Tuhan) tidak akan menghukum anak-anak perempuan sekalipun mereka berzinah” mengapa di katakana demikian? Berarti kalau mereka yang sudah berzina tidak menjadi salah lagi?
Kita lanjut di kalimat berikutnya “…Sebab mereka sendiri mengasingkan diri bersama-sama dengan permpuan-perempuan sundal” beberapa hari yang lalu kita mendengar khotbah dengan inti yang bias saya dapatkan ialah: jangan Sampai Allah tidak memanggil nama kita ketika kita masih Hidup. Karena apa? Karena kita tidak lagi mengingat dia yang akan memanggil kita dengan nama kita. Dia adalah Tuhan yang akan memanggil nama kita jangan sampai kita buat tidak mengenal kita karena dengan perbuatan kita yang degi. Apa itu degil tadi yaitu yang tidak lagi mendengar teguran atau perintah dari manusia.
Di kaliamt terakhir didalam ayat itu adalah: umat yang tidak berpengertian akan Runtuh. Maksudnya di sini adalah sudah diberikan kepada kita pikiran dan hati. Diberikan kepada kita suatu buku yang sangat berharga yaitu buku petunjuk dalam kehidupan kita yaitu Alkitab segala sesuatunya ada di dalam buku itu. Nah, sekarang apakah kita mau mempelajari? Memang kita mempelajari tapi di dalam Ayat ini dikatakan adalah orang yang tidak berpengertian akan runtuh. Maksudnya apa di sini berpengertian? Yaitu mempunyai sifat penurutan akan apa yang diabacanya. Bukan hanya belajar tapi tidak ingin melakukanya.
Jangan sampai terjadi kepada kita seperti yang ada di dalam ayat 7 yaitu: Kemulian ditukarkan menjadi Kehinaan. Karena ketika ditukarkan itu bahwa kita tiada guna lagi.

Hasil‑hasil yang mulia yang menyertai pelayanan rasul‑rasul Kristus yang terpilih itu. Pada permulaan pelayanan mereka beberapa dari mereka adalah orang‑orang yang tak terpelajar, tetapi pengabdian mereka kepada pekerjaan Tuhannya adalah dengan terang‑terangan, dan di bawah petunjuk‑Nya mereka mendapat persediaan untuk pekerjaan yang besar yang dipercayakan kepada mereka. Anugerah dan kebenaran memerintah dalam hati mereka, mengilhamkan motif mereka dan mengendalikan perbuatan mereka. Kehidupan mereka disembunyikan bersama Kristus dalam Allah, dan diri sendiri dilupakan, diselamkan dalam kedalaman kasih yang tak terbatas.  E. G. White, “Kisah Para Rasul”  hal. 500.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar