Apakah Sudah Menurut?
Oleh: Erwin Donal Purba
Hosea 4:14 : “Aku tidak akan menghukum
anak-anak perempuanmu sekalipun mereka berzinah, atau menantu-menantumu
perempuan, sekalipun mereka bersundal; sebab mereka sendiri mengasingkan diri
bersama-sama dengan perempuan-perempuan sundal dan mempersembahkan korban
bersama-sama dengan sundal-sundal bakti, dan umat yang tidak berpengertian akan
runtuh.”
Kehidupan sekarang ini adalah hidup yang
Menentang iman dan menjadi bangya yang tidak setia. Kita lihat di dalam Hosea 4
adalaqh menceritakan tentang perlawanan orang Israel yang menentang iman mereka
dan bangsa yang melawan Tuhan. Kita cob abaca di dalam ayat 16: sebab Israel
degil seperti lembu yang degil. Kata degil itu menurut kamus bahasa Indonesia
adalah yang tidak mau lagi mendegar perintah. Dengan Arti ini bahwa mereka yang
pada Zaman itu tidak lagi mau mendegar firman atau perintah dari Allah.
Lanjut lagi di dalam ayat 16 : “Masakan
sekarang Tuhan menggembalakan mereka seperti domba di tanah lapang?” dengan
jelas dikatakan bahwa hidup mereka tidak akan di gembalakan lagi. Kita kembali
kepada ayat perenungan kita di dalam Hosea 4:14 di situ dikatakan: “Aku (Tuhan)
tidak akan menghukum anak-anak perempuan sekalipun mereka berzinah”
mengapa di katakana demikian? Berarti kalau mereka yang sudah berzina tidak menjadi
salah lagi?
Kita lanjut di kalimat berikutnya
“…Sebab mereka sendiri mengasingkan diri bersama-sama dengan permpuan-perempuan
sundal” beberapa hari yang lalu kita mendengar khotbah dengan inti yang bias
saya dapatkan ialah: jangan Sampai Allah tidak memanggil nama kita ketika kita
masih Hidup. Karena apa? Karena kita tidak lagi mengingat dia yang akan
memanggil kita dengan nama kita. Dia adalah Tuhan yang akan memanggil nama kita
jangan sampai kita buat tidak mengenal kita karena dengan perbuatan kita yang
degi. Apa itu degil tadi yaitu yang tidak lagi mendengar teguran atau perintah
dari manusia.
Di kaliamt terakhir didalam ayat itu
adalah: umat yang tidak berpengertian akan Runtuh. Maksudnya di sini adalah
sudah diberikan kepada kita pikiran dan hati. Diberikan kepada kita suatu buku
yang sangat berharga yaitu buku petunjuk dalam kehidupan kita yaitu Alkitab
segala sesuatunya ada di dalam buku itu. Nah, sekarang apakah kita mau
mempelajari? Memang kita mempelajari tapi di dalam Ayat ini dikatakan adalah
orang yang tidak berpengertian akan runtuh. Maksudnya apa di sini
berpengertian? Yaitu mempunyai sifat penurutan akan apa yang diabacanya. Bukan
hanya belajar tapi tidak ingin melakukanya.
Jangan sampai terjadi kepada kita
seperti yang ada di dalam ayat 7 yaitu: Kemulian ditukarkan menjadi Kehinaan.
Karena ketika ditukarkan itu bahwa kita tiada guna lagi.
Hasil‑hasil yang mulia yang menyertai
pelayanan rasul‑rasul Kristus yang terpilih itu. Pada permulaan pelayanan
mereka beberapa dari mereka adalah orang‑orang yang tak terpelajar, tetapi pengabdian
mereka kepada pekerjaan Tuhannya adalah dengan terang‑terangan, dan di bawah
petunjuk‑Nya mereka mendapat persediaan untuk pekerjaan yang besar yang
dipercayakan kepada mereka. Anugerah dan kebenaran memerintah dalam hati
mereka, mengilhamkan motif mereka dan mengendalikan perbuatan mereka. Kehidupan
mereka disembunyikan bersama Kristus dalam Allah, dan diri sendiri dilupakan,
diselamkan dalam kedalaman kasih yang tak terbatas. E. G. White, “Kisah Para Rasul” hal. 500.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar