Jumat, 14 November 2014

Kutipan

Rumah Tangga Advent (Ellen G White ) 330-348
Pernikahan Adalah suatu perjanjian Seumur Hidup. Di dalam pikiran orang muda, pernikahan itu diselubungi dengan perbuatan romantic dan sulit untuk membuang anggapan yang demikian, terselubung dalam angan-angan yang begitu, dan pikiran diberi kesan dengan tanggung jawab yang begitu berat yang teercakup dalam sumpah pernikahan.  Sumpah pernikahan ini mengikat kedua oknum itu dalam satu nasib yaitu ikatan yang tidak dapat dilepaskan oleh tangan siapapun kevuali kematian
Pada waktu Yesus berkhotbah diatas gunung mengatakan dengan tegas bahwa pernikahan itu tidak dapat diputuskan oleh sesuatu apapun kecuali karena tidak setia pada sumpah pernikahan. “barang siapa,” kata-Nya “yang menceraikan Isterinya, lalu menikah dengan perempuan lain, ia berbuat jina: dan barang siapa menikah dengan perempuan yang diceraikan Suaminya, ia berbuat jina.”
Kamu berdua belum mempunyai tabiat yang tidak sempurna. Karena kamu belum berada di bawah pengawasan Allah, tingkah lakumu terhadap satu dengan yang lain dapat bijaksana. Saya memohon kepadamu agar menyerahkan dirimu di bawah pengadilan Allah. Apabila tergoda untuk berkata yang menyakiti hati, tahanlah dirimu untuk tidak berkata sesuatu apa pun.
Bertobatlah di hadapan Allah dari segala perbuatanmu di masa yang lau, tunjukkanlah saling pengertian, kembalilah bersatu denga suami dan istri. Buanglah segala pengalaman hidupa yang tidak disukai dan yang tidak bahagia di masa yang lalu. Bersemangatlah di dalam Tuhan. Tutuplah jendela jiwa yang menuju surge. Jikalau suaramu dinaikkan di dalam doa kesurga untuk mencari terang, Tuhan Yesus sebagai terang dan kehidupan, damai dan kesukaan, akan mendengar Suaramu.
Seorang wanita boleh secara syah telah bercerai dari suaminya menurut undang-undang Negara, tetapi belum bercerai pada pemandangan Allah dan Menurut undang-undang yang lebih tinggi. Hanya ada satu dosa, yaitu perzinahan, yang dapat menempatkan suami atau istri di dalam suatu posisi di mana mereka dapat bebas dari sumpah pernikahan pada pemenang Allah. Walaupun undang-undang Negara dapat mengabulkan perceraian, tetapi mereka masih juga suami istri di dalam terang Alkitab, menurut undang-undang Allah.
Kalau sang istri adalah seorang yang tidak beriman dan seorang penentang agama, maka menurut pandangan hukum Allah sang suami tidak boleh menyingkirkan dia dengan dasar itu saja. Agar sesuai dengan hukum Yehova ia(Suami) harus tinggal bersama dia (istri) kecuali ia sendriri yang memilih untuk berpisah. Mungkin suami akan menderita banyak perlawananm ditekan dan diganggu di dalam banyak hal; ia akan mendapat penghiburan, kekuatan dan pertolongan dari Allah, yang sanggup memberikan kasih karunia bagi setiap keadaan darurat.
Seorang  suami dan isttri patutlah memupuk rasa hormat dan kasih mereka. Masing-masing patut memperhatikan satu dengan yang lain, berusaha dengan seberapa dapat untuk menguatkan cinta kasih mereka secara timbale balik. Saya beri dorongan kepadamu berdua supaya mencari Tuhan.
Perumpamaan-perumpamaan Tuhan Yesus (hal 12-38)
Banyak orang mengaku menyembah Allah, tetapi mempunyai pengetahuan yang telah diuji darihal dia. Keinginan mereka untuk melakukan kehendak-Nya didasarkan atas dorongan hatinya sendiri, bukan atas keyakinan yang mendalam dari roh kudus. Kelakuan mereka tidak disesuaikan dengan hukum Allah. mereka mengaku menerima Kristus sebagai juruselamat tetapi mereka tidak percaya bahwa ia akan  memberikan kepada mereka kuasa untuk mengalahkan dosa-dosanya. Mereka tidak mempunyai hubungan pribadi denga juruselamat yang hidup dan tabiat mereka tidak menunjukkan kelemahan-kelemahan baik yang bersifat turunan maupun ditumbukan.
Kasih harus menjadi azas perbuatan. Kasih adalah prinsip dasar pemerintahan Allah di sorga dan di bumi dan itu harus menjadi dasar tabiat kekristenan. Ini saja dapat menyanggupkan dia untuk menahan penindasan dan pencobaan. Dan kasih akan dinyatakan dalam pengorbanan. Rencana penebusan diletakkan dalam pengorbanan, satu pengorbanan yang begitu luas dan dalam serta tinggi sehingga tidak dapat diukur. Kristus menyerahkan segala sesuatu bagi kita dan mereka yang menerima Kristus akan sedia mengorbankan segala sesuatu demi penebusanya. Pandangan mengenai kehormatan dan kemuliaan-Nya akan lebih diutamakan daripada yang lain-lainnya.
Jiak kita mengasihi yesus, kita akan senagn hidup bagi dia, untuk mempersembahkan persembahan syukur kita kepada-Nya, untuk bekerja bagi Dia. Pekerjaan itu akan terasa ringan. Demi nama_nya kita akan berhasrat untuk merasakan kerinduan-Nya bagi keselamatan Manusia. Kita akan merasakan kerinduan yang lembut terhadap jiwa-jiwa yang telah dirasaka-Nya.
Banyak orang bisa berguna dalam pekerjaan Allah menjadi cenderung untuk memperoleh kekayaan. Seluruh tenaganya diserap dalam usaha-usaha perdangangan dan mereka terpaksa melalaikan hal-hal yang bersifat rohani. Dengan demikian mereka mesmisahkan dirinya dari Allah. Kita  dipertintahkan dalam kitab suci agar tidak “kerajinanmu kendor.”
Kita harus bekerja supaya kita dapat memberi kepada orang yang susah. Orang Kristen harus bekerja, mereka harus melibatkan dalam pekerjaan dan mereka dapat melakukan ini tanpa berbuat dosa. Tetapi banyak orang menjadi terlalu sibuk dalam pekerjaan sehingga mereka tidak mempunyai waktu untuk mencari dan menyembah Allah. sewaktu-waktu kerinduan jiwa itu mencari kesucian dan sorga; tetapi tidak ada waktu untuk meninggalkan pekerjaan yang hiruk-pikuk dari dunia ini mendengar kepada kebesaran penuurutan penuh kuasa dari Roh Allah.
Bilamana pikiran itu bersemangat muda dan bergairah dan mudah terkena pengaruh perkembangan yang pesat, terdapat pencobaan yang besar untuk menjadi ambisius terhadap diri sendiri, untuk melayani diri sendiri. Jika rencana-renacan duniawi berhasil, ada kecendrungan untuk bejalan dalam garis yang mematikan angan-angan hati merintangi perkiraan yang tepat mengenai apa yang merangkum keunggulan tabiat yang sesungguhnya. Jika keadaan mengijinkan dalam perkembangan ini, pertumbuhan akan terlihat menuju kea rah yang dilarang oleh firman Allah.
Orang yang belajar mencintai kepelisiran untuk kepentingan diri sendiri, membuka pintu kepada banjir pencobaan. Mereka membiarkan dirinya kepada kegembiraan social dan keringanan yang tidak berakal budi dan hubungan dengan pecinta-pecinta kepelisiran mempunyai suatu akibat yang meracuni pikiran. Mereka dipimpin terus dari satu bentuk pemborosan kepada pemborosanyang lain, sampai mereka kehilangan baik keinginan maupun kekuatan untuk menjalani hidup yang bermanfaat. Hasrat keagamaanya menjadi dingin; kehidupan rohaninya menjadi gelap. Segenap pembawaan jiwa yang agung, semua yang mengubungkan manusia dengan dunia rohani menjadi rndah.
Terlalu sering dalam masa bahaya mereka jatuh dibawah pencobaan dan semua terhanyut jauh dari Allah. akhir dari kehidupan yang suka pelisir hancur di dunia ini dan buat dunia yang akan datnag. Kekhawatiran, kekayan, kepelisiran, semuanya digunakan setan dalam permainan hisup bagi jiwa manusia. Amaran diberikan “jaganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan bapa tidak ada dalam orang itu. Sebab semuan yang ada di dalam dunia ini, yaitu keinginan daging dan keingina mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melaikan dari dunia.”
Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, kedalam jerat dan kedalam berbagai-bagai naafsu yang hampa dan yang memcelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbaga-bagai pencobaan.
Hidup yang terbaik (18-52)
Kerajaan Allah muncul bukan dengan peragaan lahiriah. Kerajaan itu terbentuk melalui kelamahlembutan ilham firman-Nya, melalui pekern roh kudus di dalam hati, persekutuan jiwa dengan Dia yang menjadi hidupnya. Peryataan terbesar akan kuasa-Nya dilihat dalam diri manusia yang menyempurnakan tabiat kristus.
Para pengikut kristus seharusnya menjadi terang dunia; tetepi Allah tidak merestui usaha hanya untuk memuaskan diri dengan memamerkan kebaikan yang luar biasa. Ia ingin agar jiwa mereka dipengaruhi oleh prinsip surgawi; kemudian sementara mereka berhubungan dengan dunia ini, mereka akanmenyatkan terang ajaib yang ada pada dirinya. Kestiaan mereka yang ketet dalam setiap tindakan hidup akan menjadi saluran terang.
Ketika Allah memberikan Anak-Nya kepada dunia ini, Ia memberkati umat manusia dengan kekayaan yang kekal, yaitu kekayaan yang tak dapat dibandingkan dengan kekayaan dunia yang paling berharga tetapi tidak berarti. Kristus datang kedunia ini dan berdiri di hadapan Anak-anak manusia dengan kasih akan kekekalan melimpah, dan inilah harta yang kita terima, nyatakan dan bagikan melalui hubunfan kita dengan dia.
Usaha manusia menjadi berdayaguna dalam pekerjaan Allah tergantung kepada pengabdian yang sunggu-sungguh dari pekerjaan itu sendiri, yaitu dengan menyatakn kuasa karunia Kristus untuk mengubah kehidupan. Kita dibedakan dari duniaa ini karana Allah telah memeteraiak kita, karena Ia menyakan di dalam diri kita tabiat-Nya yang penuh kasih. Penebus menalut diri kita dengan kebenara-Nya.
Banyak orang memegang iman sebagai suatu pendapat. Imanyang menyelamatkan adalah sebuah transaksi, melalui mana mereka yang menerima Kristus menggabungkan diri dalam hubungan perjajoan denganAllah. Suatu iman yang hidup berarti suatu pertambahan kekuatan, suatu kepercayaayn penuh, melalui rahmat Kristus, jiwa itu menjadi suatu kekuatan yang menaklukkan.
Iman adalah Suatu penaklukan yang lebih perkasa daripada kematian. Sekiranya orang sakit dapat dituntun untuk mengarahkan mata mereka dalam iman kepada penyembuhan yang penuh kuasa itu, kita akan melihat hasil ajaib. Hal itu akan mendatangkan kehidupan kepad tubuh dan kepada jiwa.
Di dalam cara yang sama setiap insane manusia dapat datang kepada kristus. “dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya.” Adakah engakau merasa bahwa karena engkau seorang berdosa maka engkau tidak dapt berharap untuk menerima berkat dari Allah? ingat bahwa kristus datang kedunia ini untuk menyelamatkan orang-orang berdosa. Kita tidak mempunyai apa-apa untuk menyodorkan diri kita kepada Allah; permohonan yang boleh kita desakkan sekarang dan selamanya ialah keadaankita yang sama sekali tak berdaya, yang membuat kuasa penebusan-Nya menjadi suatu keperluan. Dengan menyangkal seluruh keberuntungan pada diri sendiri, kita boleh memandang kepada kayu salib di golgota dan Berkata:
“Dalam tanganku tak ada yang berharga kubawa; Semata-mata kepada kayu salib-Mu aku berpaut.”
     Dirinya merupakan suatu pemandangan memuakkan. Penyakit itu telah menyerang secara mengerikan, dan tubuhnya yang membusuk itu sungguh menakutkan untuk dipandang. Begitu melihat dirinya orang banyak mundur. Dalam kengerian mereka berjejal satu dengan yang lain untuk menghindari terjandinya kontak denganya. Beberapa orang berusaha mencegah dia mengampiri yesus, tetapi sia-sia. Dia sama sekali tidak mengubris mereka. Pernyataan-pernyataan muak mereka sama sekali tidak diperdulikannya. Dia hanya melihat Putera Allah, dia hanya mendengar suara yang mengucapkan kehidupan kepada orang yang sekarat.
     Saudara Tua kita itu berada di takhta yang kekal. Ia memandang kepada setiap jiwa yang menoleh kepada-Nya sebagai Juruselamat. Ia tahu dari pengalaman apa kelemahan umat manusia, apa yang menjadi kekurangan kita, dan di mana letak kekuatan penggodaan kita; karena "sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa." Ia memperhatikan engkau, hai anak Allah yang gemetar. Apakah engkau tergoda? Ia akan melepaskan. Apakah engkau lemah? Ia akan menguatkan. Apakah engkau tidak berpengetahuan? Ia akan menerangi. Adakah engkau terluka? Ia akan menyembuhkan. Tuhan "menentukan jumlah bintang;" namun juga "Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka."
     Apapun kecemasan dan pergumulanmu, bentangkan masalahmu di hadapan Tuhan. Jiwamu akan disegarkan agar memiliki daya tahan. Jalan akan dibukakan bagimu guna melepaskan dirimu dari rasa malu dan kesukaran. Semakin lemah dan tak berdaya engkau menyadari dirimu, akan semakin kuatlah engkau di dalam kekuatan-Nya. Semakin berat bebanmu, semakin membahagiakan kelegaan dengan menyerahkan semua itu kepada Pemikul Bebanmu.

Keadaan bisa memisahkan sahabat; gelombang samudera luas yang bergelora bisa menerpa di antara kita dan mereka. Namun tidak ada keadaan, tidak ada jarak, yang dapat memisahkan kita dari Juruselamat. Di mana saja kita berada, Ia berada di samping kanan kita, untuk menopang, memelihara, menegarkan dan menggembirakan kita. Lebih besar dari kasih seorang ibu kepada anaknya adalah kasih Kristus kepada umat.