Rumah
Tangga Advent (Ellen G White ) 330-348
Pernikahan
Adalah suatu perjanjian Seumur Hidup. Di dalam pikiran orang muda, pernikahan
itu diselubungi dengan perbuatan romantic dan sulit untuk membuang anggapan
yang demikian, terselubung dalam angan-angan yang begitu, dan pikiran diberi
kesan dengan tanggung jawab yang begitu berat yang teercakup dalam sumpah
pernikahan. Sumpah pernikahan ini
mengikat kedua oknum itu dalam satu nasib yaitu ikatan yang tidak dapat
dilepaskan oleh tangan siapapun kevuali kematian
Pada waktu
Yesus berkhotbah diatas gunung mengatakan dengan tegas bahwa pernikahan itu
tidak dapat diputuskan oleh sesuatu apapun kecuali karena tidak setia pada
sumpah pernikahan. “barang siapa,” kata-Nya “yang menceraikan Isterinya, lalu
menikah dengan perempuan lain, ia berbuat jina: dan barang siapa menikah dengan
perempuan yang diceraikan Suaminya, ia berbuat jina.”
Kamu berdua
belum mempunyai tabiat yang tidak sempurna. Karena kamu belum berada di bawah
pengawasan Allah, tingkah lakumu terhadap satu dengan yang lain dapat
bijaksana. Saya memohon kepadamu agar menyerahkan dirimu di bawah pengadilan
Allah. Apabila tergoda untuk berkata yang menyakiti hati, tahanlah dirimu untuk
tidak berkata sesuatu apa pun.
Bertobatlah
di hadapan Allah dari segala perbuatanmu di masa yang lau, tunjukkanlah saling
pengertian, kembalilah bersatu denga suami dan istri. Buanglah segala
pengalaman hidupa yang tidak disukai dan yang tidak bahagia di masa yang lalu.
Bersemangatlah di dalam Tuhan. Tutuplah jendela jiwa yang menuju surge. Jikalau
suaramu dinaikkan di dalam doa kesurga untuk mencari terang, Tuhan Yesus
sebagai terang dan kehidupan, damai dan kesukaan, akan mendengar Suaramu.
Seorang
wanita boleh secara syah telah bercerai dari suaminya menurut undang-undang
Negara, tetapi belum bercerai pada pemandangan Allah dan Menurut undang-undang
yang lebih tinggi. Hanya ada satu dosa, yaitu perzinahan, yang dapat
menempatkan suami atau istri di dalam suatu posisi di mana mereka dapat bebas
dari sumpah pernikahan pada pemenang Allah. Walaupun undang-undang Negara dapat
mengabulkan perceraian, tetapi mereka masih juga suami istri di dalam terang
Alkitab, menurut undang-undang Allah.
Kalau sang
istri adalah seorang yang tidak beriman dan seorang penentang agama, maka
menurut pandangan hukum Allah sang suami tidak boleh menyingkirkan dia dengan
dasar itu saja. Agar sesuai dengan hukum Yehova ia(Suami) harus tinggal bersama
dia (istri) kecuali ia sendriri yang memilih untuk berpisah. Mungkin suami akan
menderita banyak perlawananm ditekan dan diganggu di dalam banyak hal; ia akan
mendapat penghiburan, kekuatan dan pertolongan dari Allah, yang sanggup
memberikan kasih karunia bagi setiap keadaan darurat.
Seorang suami dan isttri patutlah memupuk rasa hormat
dan kasih mereka. Masing-masing patut memperhatikan satu dengan yang lain,
berusaha dengan seberapa dapat untuk menguatkan cinta kasih mereka secara
timbale balik. Saya beri dorongan kepadamu berdua supaya mencari Tuhan.
Perumpamaan-perumpamaan
Tuhan Yesus (hal 12-38)
Banyak
orang mengaku menyembah Allah, tetapi mempunyai pengetahuan yang telah diuji
darihal dia. Keinginan mereka untuk melakukan kehendak-Nya didasarkan atas
dorongan hatinya sendiri, bukan atas keyakinan yang mendalam dari roh kudus.
Kelakuan mereka tidak disesuaikan dengan hukum Allah. mereka mengaku menerima
Kristus sebagai juruselamat tetapi mereka tidak percaya bahwa ia akan memberikan kepada mereka kuasa untuk
mengalahkan dosa-dosanya. Mereka tidak mempunyai hubungan pribadi denga juruselamat
yang hidup dan tabiat mereka tidak menunjukkan kelemahan-kelemahan baik yang
bersifat turunan maupun ditumbukan.
Kasih harus
menjadi azas perbuatan. Kasih adalah prinsip dasar pemerintahan Allah di sorga
dan di bumi dan itu harus menjadi dasar tabiat kekristenan. Ini saja dapat
menyanggupkan dia untuk menahan penindasan dan pencobaan. Dan kasih akan
dinyatakan dalam pengorbanan. Rencana penebusan diletakkan dalam pengorbanan,
satu pengorbanan yang begitu luas dan dalam serta tinggi sehingga tidak dapat
diukur. Kristus menyerahkan segala sesuatu bagi kita dan mereka yang menerima
Kristus akan sedia mengorbankan segala sesuatu demi penebusanya. Pandangan
mengenai kehormatan dan kemuliaan-Nya akan lebih diutamakan daripada yang
lain-lainnya.
Jiak kita
mengasihi yesus, kita akan senagn hidup bagi dia, untuk mempersembahkan
persembahan syukur kita kepada-Nya, untuk bekerja bagi Dia. Pekerjaan itu akan
terasa ringan. Demi nama_nya kita akan berhasrat untuk merasakan kerinduan-Nya
bagi keselamatan Manusia. Kita akan merasakan kerinduan yang lembut terhadap
jiwa-jiwa yang telah dirasaka-Nya.
Banyak
orang bisa berguna dalam pekerjaan Allah menjadi cenderung untuk memperoleh
kekayaan. Seluruh tenaganya diserap dalam usaha-usaha perdangangan dan mereka
terpaksa melalaikan hal-hal yang bersifat rohani. Dengan demikian mereka
mesmisahkan dirinya dari Allah. Kita
dipertintahkan dalam kitab suci agar tidak “kerajinanmu kendor.”
Kita harus
bekerja supaya kita dapat memberi kepada orang yang susah. Orang Kristen harus
bekerja, mereka harus melibatkan dalam pekerjaan dan mereka dapat melakukan ini
tanpa berbuat dosa. Tetapi banyak orang menjadi terlalu sibuk dalam pekerjaan
sehingga mereka tidak mempunyai waktu untuk mencari dan menyembah Allah.
sewaktu-waktu kerinduan jiwa itu mencari kesucian dan sorga; tetapi tidak ada
waktu untuk meninggalkan pekerjaan yang hiruk-pikuk dari dunia ini mendengar
kepada kebesaran penuurutan penuh kuasa dari Roh Allah.
Bilamana
pikiran itu bersemangat muda dan bergairah dan mudah terkena pengaruh
perkembangan yang pesat, terdapat pencobaan yang besar untuk menjadi ambisius
terhadap diri sendiri, untuk melayani diri sendiri. Jika rencana-renacan
duniawi berhasil, ada kecendrungan untuk bejalan dalam garis yang mematikan
angan-angan hati merintangi perkiraan yang tepat mengenai apa yang merangkum
keunggulan tabiat yang sesungguhnya. Jika keadaan mengijinkan dalam
perkembangan ini, pertumbuhan akan terlihat menuju kea rah yang dilarang oleh
firman Allah.
Orang yang
belajar mencintai kepelisiran untuk kepentingan diri sendiri, membuka pintu
kepada banjir pencobaan. Mereka membiarkan dirinya kepada kegembiraan social
dan keringanan yang tidak berakal budi dan hubungan dengan pecinta-pecinta
kepelisiran mempunyai suatu akibat yang meracuni pikiran. Mereka dipimpin terus
dari satu bentuk pemborosan kepada pemborosanyang lain, sampai mereka
kehilangan baik keinginan maupun kekuatan untuk menjalani hidup yang
bermanfaat. Hasrat keagamaanya menjadi dingin; kehidupan rohaninya menjadi
gelap. Segenap pembawaan jiwa yang agung, semua yang mengubungkan manusia
dengan dunia rohani menjadi rndah.
Terlalu
sering dalam masa bahaya mereka jatuh dibawah pencobaan dan semua terhanyut
jauh dari Allah. akhir dari kehidupan yang suka pelisir hancur di dunia ini dan
buat dunia yang akan datnag. Kekhawatiran, kekayan, kepelisiran, semuanya
digunakan setan dalam permainan hisup bagi jiwa manusia. Amaran diberikan
“jaganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang
mengasihi dunia, maka kasih akan bapa tidak ada dalam orang itu. Sebab semuan
yang ada di dalam dunia ini, yaitu keinginan daging dan keingina mata serta
keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melaikan dari dunia.”
Tetapi
mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, kedalam jerat dan kedalam
berbagai-bagai naafsu yang hampa dan yang memcelakakan, yang menenggelamkan
manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah
cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari
iman dan menyiksa dirinya dengan berbaga-bagai pencobaan.
Hidup yang terbaik (18-52)
Kerajaan
Allah muncul bukan dengan peragaan lahiriah. Kerajaan itu terbentuk melalui
kelamahlembutan ilham firman-Nya, melalui pekern roh kudus di dalam hati,
persekutuan jiwa dengan Dia yang menjadi hidupnya. Peryataan terbesar akan
kuasa-Nya dilihat dalam diri manusia yang menyempurnakan tabiat kristus.
Para
pengikut kristus seharusnya menjadi terang dunia; tetepi Allah tidak merestui
usaha hanya untuk memuaskan diri dengan memamerkan kebaikan yang luar biasa. Ia
ingin agar jiwa mereka dipengaruhi oleh prinsip surgawi; kemudian sementara
mereka berhubungan dengan dunia ini, mereka akanmenyatkan terang ajaib yang ada
pada dirinya. Kestiaan mereka yang ketet dalam setiap tindakan hidup akan
menjadi saluran terang.
Ketika
Allah memberikan Anak-Nya kepada dunia ini, Ia memberkati umat manusia dengan
kekayaan yang kekal, yaitu kekayaan yang tak dapat dibandingkan dengan kekayaan
dunia yang paling berharga tetapi tidak berarti. Kristus datang kedunia ini dan
berdiri di hadapan Anak-anak manusia dengan kasih akan kekekalan melimpah, dan
inilah harta yang kita terima, nyatakan dan bagikan melalui hubunfan kita
dengan dia.
Usaha
manusia menjadi berdayaguna dalam pekerjaan Allah tergantung kepada pengabdian
yang sunggu-sungguh dari pekerjaan itu sendiri, yaitu dengan menyatakn kuasa
karunia Kristus untuk mengubah kehidupan. Kita dibedakan dari duniaa ini karana
Allah telah memeteraiak kita, karena Ia menyakan di dalam diri kita tabiat-Nya
yang penuh kasih. Penebus menalut diri kita dengan kebenara-Nya.
Banyak
orang memegang iman sebagai suatu pendapat. Imanyang menyelamatkan adalah
sebuah transaksi, melalui mana mereka yang menerima Kristus menggabungkan diri
dalam hubungan perjajoan denganAllah. Suatu iman yang hidup berarti suatu
pertambahan kekuatan, suatu kepercayaayn penuh, melalui rahmat Kristus, jiwa
itu menjadi suatu kekuatan yang menaklukkan.
Iman adalah
Suatu penaklukan yang lebih perkasa daripada kematian. Sekiranya orang sakit dapat
dituntun untuk mengarahkan mata mereka dalam iman kepada penyembuhan yang penuh
kuasa itu, kita akan melihat hasil ajaib. Hal itu akan mendatangkan kehidupan
kepad tubuh dan kepada jiwa.
Di dalam
cara yang sama setiap insane manusia dapat datang kepada kristus. “dia telah
menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi
karena rahmat-Nya.” Adakah engakau merasa bahwa karena engkau seorang berdosa
maka engkau tidak dapt berharap untuk menerima berkat dari Allah? ingat bahwa
kristus datang kedunia ini untuk menyelamatkan orang-orang berdosa. Kita tidak
mempunyai apa-apa untuk menyodorkan diri kita kepada Allah; permohonan yang
boleh kita desakkan sekarang dan selamanya ialah keadaankita yang sama sekali
tak berdaya, yang membuat kuasa penebusan-Nya menjadi suatu keperluan. Dengan
menyangkal seluruh keberuntungan pada diri sendiri, kita boleh memandang kepada
kayu salib di golgota dan Berkata:
“Dalam tanganku tak ada yang
berharga kubawa; Semata-mata kepada kayu salib-Mu aku berpaut.”
Dirinya
merupakan suatu pemandangan memuakkan. Penyakit itu telah menyerang secara
mengerikan, dan tubuhnya yang membusuk itu sungguh menakutkan untuk dipandang.
Begitu melihat dirinya orang banyak mundur. Dalam kengerian mereka berjejal
satu dengan yang lain untuk menghindari terjandinya kontak denganya. Beberapa
orang berusaha mencegah dia mengampiri yesus, tetapi sia-sia. Dia sama sekali
tidak mengubris mereka. Pernyataan-pernyataan muak mereka sama sekali tidak
diperdulikannya. Dia hanya melihat Putera Allah, dia hanya mendengar suara yang
mengucapkan kehidupan kepada orang yang sekarat.
Saudara Tua kita itu berada di takhta yang kekal. Ia
memandang kepada setiap jiwa yang menoleh kepada-Nya sebagai Juruselamat. Ia
tahu dari pengalaman apa kelemahan umat manusia, apa yang menjadi kekurangan kita,
dan di mana letak kekuatan penggodaan kita; karena "sama dengan kita, Ia
telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa." Ia memperhatikan engkau, hai
anak Allah yang gemetar. Apakah engkau tergoda? Ia akan melepaskan. Apakah
engkau lemah? Ia akan menguatkan. Apakah engkau tidak berpengetahuan? Ia akan
menerangi. Adakah engkau terluka? Ia akan menyembuhkan. Tuhan "menentukan
jumlah bintang;" namun juga "Ia menyembuhkan orang-orang yang patah
hati dan membalut luka-luka mereka."
Apapun
kecemasan dan pergumulanmu, bentangkan masalahmu di hadapan Tuhan. Jiwamu akan
disegarkan agar memiliki daya tahan. Jalan akan dibukakan bagimu guna
melepaskan dirimu dari rasa malu dan kesukaran. Semakin lemah dan tak berdaya
engkau menyadari dirimu, akan semakin kuatlah engkau di dalam kekuatan-Nya.
Semakin berat bebanmu, semakin membahagiakan kelegaan dengan menyerahkan semua
itu kepada Pemikul Bebanmu.
Keadaan bisa memisahkan sahabat;
gelombang samudera luas yang bergelora bisa menerpa di antara kita dan mereka.
Namun tidak ada keadaan, tidak ada jarak, yang dapat memisahkan kita dari
Juruselamat. Di mana saja kita berada, Ia berada di samping kanan kita, untuk menopang,
memelihara, menegarkan dan menggembirakan kita. Lebih besar dari kasih seorang
ibu kepada anaknya adalah kasih Kristus kepada umat.